Sempu Island, Malang

ada yang pernah dengar pulau sempu ga ? pulau yang jaraknya lima belas menit naik perahu motor dari malang selatan ini (sendang biru, tepatnya) berhasil menggoda gue dan teman-teman buat berangkat kesana. yang menggoda itu adalah laguna segara anakan, yang katanya eksotis maksimal itu.

Segara Anakan, Sempu Island

coba lihat gambar di atas yang gue lihat dari google. siapa yang ga tergoda coba ? 😛

nah, setelah nyewa tenda, back-pack dan segala kebutuhan buat camping di segara anakan kita pun berangkat jam tiga subuh ke malang dari surabaya. dengan modal tidur dua jam dan tanpa sarapan rasanya nekat banget. tapi mau gimana lagi, kita udah buat rencana… (yang sebenarnya berangkat jam dua subuh tapi delay sejam) dan kita juga udah niat banget. bayangin coba, gue sampai nyewa snorkel sangkin niatnya. pengen ketawa rasanya kalau ingat itu.

karena Innova nya temen gue si em ini transmisi manual, gue ga ambil andil jadi joki. tapi sialnya yang nyetir itu jadi si Kiyah, kampret banget bawa mobilnya, ngalah-ngalahin supir angkot. gue yang biasanya ga pernah pakai seat-belt kalau duduk di kursi tengah jadi pakai karena takut mati muda. kebayang ga tuh ?

hipotesa gue dia over-excited melihat jalanan yang lengang, soalnya di jakarta kan dia kena macet mulu. makanya bawa mobilnya kaya lagi kesurupan, terus kalau ng-rem langsung diinjek sedalam mungkin dalam waktu sesingkat-singkatnya.

“jangan setirin gue lagi ki, jangan!!!!!”

setelah sholat subuh di malang, joki ditukar menjadi sang empunya mobil. lalu ditukar lagi sama temen gue si gayuh. kita jalan naik-turun gunung… yang kalau supirnya bego dikit aja udah deh masuk jurang. untung yang nyetir bukan kiyah :”)

yang geli itu waktu lewat perkampungan warga… terus lihat baliho yang berisikan “pesta tahun baru. dangdut esek-esek : sonata” bayangkan coba, dangdut esek-esek. yuck! gue langsung terpikirkan orang-orang yang suka membandingkan moral anak kota dan anak desa.

jam sembilan pagi, sampailah kita di sendang biru, malang selatan. nah dari sendang biru ini nanti bakal naik perahu motor ke pulau sempu. tapi sebelum itu, harus izin dulu ke kantor cagar alam pulau sempu buat ngurus perizinan masuk kesana, soalnya itu kan daerah konservasi alam yang harus kita jaga, bukannya tempat rekreasi.

ini sendang biru dari kamera hp gue. coba aja dikembangin dan ditata dengan baik.

ini sendang biru dari kamera hp gue. coba aja dikembangin dan ditata dengan baik.

setelah perizinan selesai dan briefing tentang cara bertahan di sana kita cari guide dan perahu. buat informasi, kita bayar 200ribu untuk paket ini. gue gatau ini paket hemat atau paket boros, temen gue soalnya yang ngurus. 😀

Kece banget ga sih gue ? hahahaha. ini sebelum naik ke perahu.

Kece banget ga sih gue ? hahahaha. ini sebelum naik ke perahu.

sebenarnya dibalik senyum gue itu, ada penderitaan yang menunggu. seriusan.

muka-muka polos yang tidak tahu bahwa derita menunggunya. oh ya, guide kita di paling belakang, pakai topi merah.

muka-muka polos yang tidak tahu bahwa derita menunggunya. oh ya, guide kita di paling belakang, pakai topi merah.

desember itu musim hujan. dan musim hujan adalah waktu yang salah buat tracking ke pulau sempu.. in case kamu itu pemula. gue ga bohong. kalau nekat mau ke pulau sempu waktu musim hujan, ada baiknya kesana dengan keadaan well-equipped, yang paling penting itu tongkat buat jaga keseimbangan serta sepatu anti licin.

kalau kelihatan, itu ada perahu lain yang lagi berlabuh. nama tempat berlabuhnya itu Pantai Semut. Point buat ke laguna Segara Anakan.

kalau kelihatan, itu ada perahu lain yang lagi berlabuh. nama tempat berlabuhnya itu Pantai Semut. Point buat ke laguna Segara Anakan.

tempat kita turun dari perahu namanya Pantai Semut, gue ngerti kenapa semut.. soalnya pantainya kecil banget. dan cuma muat satu perahu motor di sana. nanti dari pantai semut kita bakal jalan dipandu oleh si guide ke laguna segara anakan. normalnya perjalanan ditempuh selama 45menit-60menit. tapi kalau musim hujan ? cuma Tuhan yang tahu.

“mas, berapa jam jalan dari segara anakan ke pantai semut ?” tanya gue ke rombongan yang baru sampai di pantai semut, mereka baru aja jalan dari segara anakan ke sini.

“dua setengah jam mas, medannya berat, habis hujan kemarin… ” jawab salah satu mas-mas di situ yang lagi membersihkan dirinya dari lumpur.

“mending pakai sepatu atau engga mas ?” tanya gue penasaran, sambil siap-siap mengeluarkan sneaker converse gue yang setia menemani gue ke kampus itu.

“waduh, mending telanjang kaki aja mas… kebagusan itu sepatunya, licin malah kalau pakai sepatu.. oh ya, jangan lupa pakai tongkat mas, ambil aja ini tongkat saya, licin banget soalnya di dalam… “ jawab si mas lagi.

tongkat si mas yang anak Universitas Brawijaya Malang tadi pun gue ambil… lalu sambil pamit dengan rombongan tadi kita jalan masuk ke dalam hutan pulau sempu. tongkat yang dikasih tadi berguna banget, karena jalannya memang licin banget. temen gue si Em yang tadi pakai sepatu pun sepatunya dilepas karena malah menambah licin jalan dan memperbesar kemungkinan jatuh.

ini udah tiga jam jalan ke segara anakan. sebenarnya udah mau mampus. tapi biar keren ya senyum.

ini udah tiga jam jalan ke segara anakan. sebenarnya udah mau mampus. tapi biar keren ya senyum.

gue kasih tahu dulu ya gimana track dari pantai semut ke segara anakan :

basicly pulau sempu itu adalah pulau karang yang ada tanahnya, menurut gue ya. soalnya setiap kamu jalan, ada aja karang yang nongol, ada aja batu karang yang kalem di bawah tanah. pikirin gimana kalau hujan, di mana lumpur tergenang dan kamu gatau apa yang sebenrnya lagi kamu injek. gimana kalau kepeleset terus ga sengaja kebeset sama karang yang nongol dari tanah, atau karang yang ketutup lumpur. apapun bisa terjadi karena karang.

kita bakal naik turun bukit beberapa kali, yang mana jalannya licin banget dan berkarang. bayangin tanah liat dikasih air terus kamu injek. tanpa tongkat yakin banget gue bakal kepeleset terus, apalagi dengan beban puluhan kilo di punggung.

track nya itu sebenarnya udah jelas, ga perlu guide, tapi kalau musim hujan ? karena air bergerak jadi terbentuklah satu jalan yang namanya “jalan air”, kelihatan kaya track buat manusia. ini menjebak banget, resikonya antara kesasar atau sampai ke segara anakan tapi dalam range waktu super lama.

nah, itu tadi kira-kira kondisi track dari pantai semut ke segara anakan waktu musim hujan.
normal waktu tempuh adalah dua sampai tiga jam, tapi tergantung dengan ketahanan fisik kamu juga.
dan kekompakan team adalah nomor satu di sini. harus gerak bareng. harus saling peduli.

—-

setelah empat jam jalan, empat jam memaki-maki mas guide, empat jam penderitaan di dalam hutan kita sampai juga ke segara anakan. waktu melepas back-pack seberat puluhan kilo itu dari punggung kaki ga ada rasanya lagi, kaya terbang. dan beberapa menit kemudian kaki rasanya mau copot, begitu juga punggung.

ini si Em, kalau ga ada pohon itu dia udah jatuh ke tebing di bawah. medan ke sana bahaya waktu musim hujan.

ini si Em, kalau ga ada pohon itu dia udah jatuh ke tebing di bawah. medan ke sana bahaya waktu musim hujan.

oh ya, yang ingat buat foto-foto cuma gue. itupun cuma sampai batre hp gue bertahan.
teman-teman yang lain ga peduli lagi sama foto, mereka lebih sayang nyawa mereka, katanya.

si Em sampai menyerahkan back-pack nya untuk dibawain sama mas guide, fisiknya lagi ga dalam kondisi baik. sesak napas katanya.

—-

sampai di sana kita bangun tenda, renang dan istirahat. renang itu relaksasi paling super deh pokoknya, badan gue jauh lebih relax waktu berendam di segara anakan.

oh ya, kita berenam dalam team ini. em, yang badannya subur. terus gue. lalu pasangan kiyah-farrel dan gayuh-nopik.

abis renang gue duduk di sekitar tenda, merhatiin sekitar, cari sesuatu yang bisa gue pikrin. em waktu itu tiduran di dalam tenda, dia kecapean. dia yang paling banyak ngeluh di sini, maklum.. hidupnya biasa enak 🙂 dua pasangan love bird itu lagi renang di segara anakan. gue kaya biasa sendirian, nontonin sekitar gue.

selama gue duduk di situ, gue lihat banyak yang jalan dipapah karena kakinya cedera, ada yang teriak “iya, dia balik lagi ga kuat, setiap jalan semeter jatoh itu anak. lo hebat juga bisa nyampe di sini.”, pokoknya gue banyak lihat hal yang bikin gue mikir.. “gue sama anak-anak kuat juga ya, kita bisa sampai di sini dengan keadaan hidup dan anggota tubuh lengkap”

tapi gue sebel juga kalau lihat cewe cantik seliweran di depan gue, yang gue pikirin itu cewe kuat banget ya, temen gue aja pada mikir mau bunuh diri semua.

farrel terkapar setelah jalan selama empat jam dan menanggung beban puluhan kilo di punggung (yang bikin berat itu persediaan air bersih)

farrel terkapar setelah jalan selama empat jam dan menanggung beban puluhan kilo di punggung (yang bikin berat itu persediaan air bersih)

lalu ditengah lamunan gue itu tiba-tiba perut gue bunyi. gue inget belum ada makan apa-apa dari tadi pagi, cuma nescafe dua kaleng waktu di mobil. dan, di sinilah mulai penderitaan baru kita sebagai ‘beginner’ yang terjebak dalam lingkungan expert.

waktu kita lagi masak indomie tiba-tiba turun hujan. dan indomie yang baru sempat kemasak itu cuma tiga bungkus. tiga bungkus dibagikan kepada enam orang berarti per-orangnya setengah bungkus. setengah bungkus ????!

hujannya dateng barengan sama angin kencang, tenda di sebelah kita banyak yang roboh.
tenda kita sendiri kebanjiran, alias kerendam air. tas basah, makanan basah, semua basah.

bayangin nih ya, belum sarapan, kurang tidur, abis jalan selama empat jam dengan beban puluhan kilo di punggung terus cuma makan indomie setengah bungkus ? gue sampai nekat mau masak di dalam tenda coba. tapi dilarang sama dua cewe itu, gue pun ngalah. akhirnya kita cemilin indomie mentah. merana banget.

lalu yang kita pikirin gimana tidur malem ini, soalnya selain terendam air tenda kita juga bocor.
jadilah gue sama farrel hujan-hujanan ke luar tenda buat bikin paret, jadi tenda ga kerendam lagi. dan anak-anak yang lain bersihin dalam tenda supaya layak buat tidur. dan lumayan berhasil.

gue dengan baju basah tiduran di dalam tenda, karena tendanya bocor neteslah air ke badan gue. gue kedinginan berat waktu itu, yang ada di kepala gue adalah gimana medan pulang besok, medan pergi aja udah berat, gimana medan pulang yang jelas-jelas habis diterpa hujan badai gini. dada gue sesek. tapi ga sampai kepikiran buat bunuh diri atau telfon helikopter kaya temen gue.

dalam keadaan miris itu gue bisa tidur. mimpi malah.
di mimpi gue lagi di rumah, diberi kasih sayang oleh orangtua gue, disuapin makan.
indah banget pokoknya, sampai akhirnya gue sadar gue mimpi dan sebenarnya gue nyaris mati di sini.

—-

paginya gue yang pertama bangun. bengong sebentar. lalu teringat samudera hindia.
karena penasaran samudera hindia itu gimana, gue sendirian manjat ke tebing yang membatasi segara anakan dengan samudera hindia. sialnya buat gue yang lahir dan besar di sekitaran laut itu tadi biasa aja. lah di batam sana hiburan gue kalau ga ke mall, cafe ya pantai. kembalilah gue ke tenda dengan perasaan biasa saja.

suasana di sekitar tenda. sebenarnya lebih rame, udah pada pulang waktu masih pagi-pagi banget.

suasana di sekitar tenda. sebenarnya lebih rame, udah pada pulang waktu masih pagi-pagi banget.

sekitar tenda kita

sekitar tenda kita

semua makanan yang kita bawa, kita masak pagi itu juga demi bobot tas yang ringan. bayangin kemarin tas kita beratnya nyaris tiga puluh kilo kayanya. gila banget kan, berjam-jam jalan dengan beban dan medan seperti itu. apalagi nanti waktu pulang yang habis hujan.

dua cewe perkasa yang berhasil mengarungi pulau sempu bersama kita :)

dua cewe perkasa yang berhasil mengarungi pulau sempu bersama kita 🙂

setelah makan kita beres-beres tenda.

gaul banget deh beresin tenda pagi-pagi :)

gaul banget deh beresin tenda pagi-pagi 🙂

gayuh di kiri, farel di kanan. gaya bet ya lipat rain-coat aja pakai difoto. :P

gayuh di kiri, farel di kanan. gaya bet ya lipat rain-coat aja pakai difoto. 😛

ada yang menarik waktu kita selesai beres-beres tenda, yaitu : monyet liar di pulau sempu.

ini monyet-monyet liar di pulau sempu, mereka cari makanan di tumpukan sampah yang ditinggalkan oleh para back-packer. intinya ga semua yang main ke alam itu pecinta alam. buktinya ini. serem loh monyetnya :D

ini monyet-monyet liar di pulau sempu, mereka cari makanan di tumpukan sampah yang ditinggalkan oleh para back-packer. intinya ga semua yang main ke alam itu pecinta alam. buktinya ini. serem loh monyetnya 😀

tepat waktu kita siap-siap mau ninggalin segara anakan karena hari mau hujan, datang rombongan monyet liar buat cari makan. serem deh. mereka tingkahnya mirip banget sama manusia.

ini gue lagi berfoto dengan monyet. sebenernya gue takut kalau itu monyet tiba-tiba nyerang gue. tapi itu malah yang bikin lucu.

ini gue lagi berfoto dengan monyet. sebenernya gue takut kalau itu monyet tiba-tiba nyerang gue.

ini tangan gue cuma ketusuk duri dan durinya nancep di sana. tapi sedengnya anak-anak bilang itu bakal infeksi dan mau motong jempol gue. gila kan ya ? ya gue kabur!

ini jempol gue cuma ketusuk duri dan durinya nancep di sana. tapi gilanya anak-anak bilang itu bakal infeksi dan mau motong jempol gue. gila kan ya ? ya gue kabur!

dari kiri ke kanan ya : Em, Nopik, Gayuh, Farrel, dan Kiyah

dari kiri ke kanan ya : Em, Nopik, Gayuh, Farrel, dan Kiyah

dan yang paling malesin ya…

ini nih, pacaran di sempu. parah banget kan.

ini nih, pacaran di sempu. parah banget kan.

ini juga nih. parah.

ini juga nih. parah.

terus yang agak nyenengin itu…

O

O

lalu berangkatlah kita kembali ke pantai semut.

perjalanan ke pantai semut kami tempuh dalam waktu enam jam, makin gila ga ?
di tengah hutan kita ketemu pak polisi hutan dan TNI yang lagi nyariin dua lansia yang hilang di pulau sempu, kita diingetin juga buat ga ngikutin jalur air… soalnya itu bahaya banget dan ga manusiawi.

dan setelah gue kembali ke surabaya, ternyata berita orang hilang itu masuk kompas.com
http://regional.kompas.com/read/2012/12/28/1451436/Dua.Warga.Bandung.Hilang.di.Pulau.Sempu
itu linknya tuh.

oh ya, enam jam itu derita banget. lumpur di mana-mana.
sering banget dari kita ada yang kepeleset. rombongan sebelah bahkan diikutin sama monyet liar.

kita juga ketemu sama Kim pemain bola naturalisasi itu. gilanya di medan kaya gitu dia lari-lari sama temennya, gue inget banget. pakai sepatu anti selip sih ya, ga bawa tas puluhan kilo juga.

terus waktu udah sampai di pantai semut, kita ngobrol sama rombongan lain yang lagi nungguin dijemput sama perahu sewaannya. mereka pernah ke ranu kumbolo, semeru dan buat track/jalannya lebih susah ini, abisnya musim hujan jadi tanah buat jalannya super licin… apalagi kalau ga ada sepatu dan tongkat.

kaki gue kaya abis bajak sawah bro. gile.

kaki gue kaya abis bajak sawah bro. gile. ga kaki aja sebenarnya, muka juga.

akhirnyaaaaaaaa... santai juga di perahu. hahaha.

akhirnyaaaaaaaa… santai juga di perahu. hahaha.

lihat tuh, mukanya seneng banget kan, udah mau pulang soalnya.

lihat tuh, mukanya seneng banget kan, udah mau pulang soalnya.

itu si Em (tengah) aja bisa senyum gitu. kalau tau gimana dia pas baru sampai segara anakan rasanaya senyum dia itu mahal banget, ga kebeli deh sama uang bulanan gue.

itu si Em (tengah) aja bisa senyum gitu. kalau tau gimana dia pas baru sampai segara anakan rasanaya senyum dia itu mahal banget, ga kebeli deh sama uang bulanan gue.

#eaaaaaaaaaaaaa

#eaaaaaaaaaaaaa

tuh, kalau mau mengurangi penderitaan di pulau sempu : bawalah pacar kalian :)

tuh, kalau mau mengurangi penderitaan di pulau sempu : bawalah pacar kalian 🙂

tuh kan, yang bawa pacar senyumnya pol :D

tuh kan, yang bawa pacar senyumnya pol 😀

#eaaaaaaaaaaa

#eaaaaaaaaaaakotorbangetyaded

dan kembalilah kita ke surabaya yang akhirnya sampai di rumah Em jam dua belas malam.
langsung pada tepar.

paginya kita balikin alat-alat camping ke tempat penyewaan :

nih, tempat nyewa tenda, carrier dan semua yang kita pakai buat camping.

nih, tempat nyewa tenda, carrier dan semua yang kita pakai buat camping.

lagi ngeluarin barang-barang dari mobil. asli jadi jorok banget innova si Em, ga kebayang kalau dia bawa Tucson-nya.

lagi ngeluarin barang-barang dari mobil. asli jadi jorok banget innova si Em, ga kebayang kalau dia bawa Tucson-nya.

28122012866

—-

mau ke pulau sempu ? sok atuh, tapi gue saranin mending pergi pas musim kemarau aja 😀
tapi kalau mau menderita kaya kita-kita ya silahkan datang waktu musin hujan, seru kok. tapi jadinya bukan nikmatin si segara anakan kita jadi mikirin gimana cara kita keluar dari hutan, belum lagi tidurnya yang basah-basahan 😀

kalau kata Em, sesekali kita harus ngerasain yang ga enak buat lebih mengerti dan mensyukuri nikmat yang kita dapat :))

Advertisement

5 centimeter

sebelum snmptn dulu, gue pernah tanya sama bang ipul.. kenalan gue di internet yang kerja jadi guru bahasa indonesia di pulau sekitar Batam, “bang, lagi down banget nih. semangat lagi redup-redupnya buat belajar snmptn, padahal target tinggi banget ke ITB… rekomendasiin buku yang bangkitin semangat dong bang?!”

si Bang Ipul nyaranin banyak buku, dan di antara banyak nama buku yang disebutin sama doi, ada buku “5cm” yang barusan gue baca, yang entah kenapa ga gue baca dari sebelum snmptn dulu. yang sekarang sukses balikin semangat gue, meluruskan jalan pikir gue, mengembalikan mimpi-mimpi bahkan menambah panjang list mimpi gue…

gue suka filosofi-filosofi yang dibawa di buku itu, filosofi yang sering gue pikirin dan  obrolin sama temen filsuf gue si yudhistira di coffee shop tempat kita biasa nongkrong. gue inget betapa sotoy-nya gue tentang hidup, sampai gue kaya gini sekarang. sering bikin hipotesa sendiri tentang pemikiran Tuhan terhadap gue, jadi bingung gue ini siapa sih sotoy banget… *tekuk lutut minta ampun*

gue juga sering pergi sendiri, jauh, entah kemana itu.
naik pesawat, naik bus, naik kereta api ekonomi, naik apa aja..
perjalanan yang bikin gue mikir, yang ngasih gue pelajaran di hati

ngelihatin muka lelah ibu-ibu yang jualan nasi bungkus di kereta ekonomi.. dengerin beliau ngeluh soal orang kaya yang ga peduli dengan mereka… kata-kata sinis tentang orang kaya dari mereka yang berusaha mati-matian untuk hidup..

ngelihat keluarga kecil di kereta yang bikin mata gue berkaca-kaca karena mesranya mereka.. care-nya si ibu dan bapak sama anak-anak… (gue yang anak kos langsung pengen nangis, kangen orangtua, adik, rumah)

ketemu bapak veteran di stasiun yang nasihatin gue dan ngasih hormat pas gue pamit naik kereta.. bangga, dikasih hormat sama veteran TNI, apalagi diceritain pengalaman beliau.

randomly ketemu dan ngobrol sama senior vice president perusahaan tambang terkenal di Indonesia dan gue dijamu sama beliau dengan ramah banget, dianterin ke kosan di bandung dulu.. diajak makan, dikasih ilmu soal dunia kerja dan hidup. dalam hati gue, “ga masuk itb sih, tapi Tuhan ngasih kesempatan ketemu alumni ITB yang luar biasa ini.”

ngelihat hamparan langit senja dari jendela garuda indonesia sambil ngopi.. itu tuh indah banget.. apalagi ini flight pulang dari jakarta ke batam.. perjalanan pulang ke rumah, ngelihat pemandangan sawah bertemu senja dari bus..

semua bikin gue takjub sama Tuhan, bikin bersyukur atas eksistensi gue di bumi dan hidup gue . gue banyak dikasih Tuhan kesempatan buat lihat hal luar biasa, dan merasakan semuanya saling terkait satu sama lain membentuk pesan yang terbaca sama otak gue, turun ke hati lalu menyebar ke seluruh tubuh gue menjadi satu gerakan, satu tindakan nyata… ucapan syukur

sekarang gue sadar gue gatau apa-apa tentang manusia.. terlalu kompleks dan relatif.
yang gue harus lakukan sekarang cuma percaya.. dan berusaha keras untuk mimpi-mimpi gue, cita-cita gue, keyakinan gue. karena tanpa usaha, semuanya cuma mimpi, dan gue pasti bisa tobat jadi pemimpi yang cuma diam, yang cuma berhayal mimpinya tercapai.

“biarkan keyakinan kamu, 5 centimeter menggantung mengambang di depan kening kamu. dan.. sehabis itu yang kamu perlu.. cuma…

kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya
tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya
mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya
leher yang akan lebih sering melihat ke atas
lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja
dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya
serta mulut yang akan selalu berdoa…”

setiap hari baru yang dikasih Tuhan, seperti berkaitan, seperti membentuk susunan puzzle berisi pesan ke otak gue yang bilang, “ga ada yang namanya kebetulan ded…dan semuanya ada untuk satu alasan, satu tujuan… kamu cuma harus percaya dan berusaha keras untuk apa yang kamu percaya itu..kamu bisa! “

ya, gue percaya, gue bisa.

mahasiswa dan bahagia

pertimbangan buat bahagia itu banyaaaaaaak banget, menurut gue.
ga cuma satu, yang satu itu mah paling kepuasan sesaat. pikir deh…
dulu gue mikir, kalo gue masuk ITB atau ITS gue pasti bakal bahagia banget, bakal rajin banget, dll yang indah-indah. reality ?

dan setelah gue pikir-pikir lagi, aspek yang paling berpengaruh dalam kebahagiaan gue sebagai mahasiswa selain pacar, orangtua, isi dompet…. juga IP, adalah hubungan gue dengan Tuhan. kerasa banget gitu merananya hidup kalau jauh dari Tuhan, hati kosong, kesepian. nah, jadi kesimpulan yang gue buat untuk diri gue sendiri… kalau gue mau bahagia, gue harus cari Tuhan dulu dan dekat dengan Dia… *tanam ke otak, kasih pupuk, siram*

 

i’m coming back

hei!

setelah semua yang gue lewati beberapa bulan terakhir, gue meniatkan diri untuk balik nulis di blog. 🙂
dan ini yang terjadi belakangan ini :

Dedy yang cupu nan unyu itu, kini seorang Mahasiswa. 😛

meskipun cita-cita gue jadi anak FTSL ITB kandas… sekarang gue adalah mahasiswa semester satu di Teknik Kelautan (Ocean Engineering) ITS. Bukan, gue bukan frustasi terus belajar nangkep ikan di sini.. di sini gue belajar tentang bangun membangun di atas dan dalam laut, kaya bangun Platform nya Oil Rig, terus pemasangan pipa gas bawah laut (subsea pipeline), bangunan pemecah ombak, bahkan gue belajar merancang kapal.. apa aja bangunan yang di laut pokoknya gue pelajari deh ntar di kampus perjuangan ini.

Image

dan target gue lulus dari sini adalah sebagai Offshore Engineer atau Sub-sea Pipeline Engineer. Dan lanjut belajar bikin terowongan bawah laut di belanda atau inggris, kali aja yakan gue bisa jadi project manager dalam proyek pembangunan terowongan bawah laut penghubung pulau batam dan singapura :p

sekarang segini dulu, pemanasan :p
kedepannya gue bakal nulis lebih banyak, gimana gue di kampus, gimana gue di kamar kos (gue pernah dengar suara hantu di sini), dan gimana perjalanan gue bisa sampai ke ITS ini. sejujurnya banyak cerita seru yang sayangnya ga sempat gue tulis di sini dan mudah-mudahan kedepannya bisa 🙂

see ya, :*

kucabut gigimu dengan bismillah

sabtu ini dimulai dengan acara ke dokter gigi sama mama.
dan benar saja, ada hikmahnya juga ternyata, gue memetik satu pelajaran dari kehilangan gigi ini.
ya, selain jagalah gigi kalian selagi masih bisa dijaga tentunya.

jadi ceritanya ada masalah di mulut gue yang (kadang) bau ini, satu gigi gue berlobang di sisi dalam dan membentuk satu sisi tajam yang selalu menggores lidah gue. Pertama sih biasa aja, tapi lama-lama sakitnya semena-mena, dari susah makan, susah tidur, sampai susah dapet pacar. *hela napas

karena sudah tidak tertahankan lagi, pergilah gue ke dokter gigi ditemani oleh sang Ibu tercinta.
—-

di dokter gigi, gue kira sisi itu akan diperhalus aja biar ga merobek si lidah lagi, eh rupanya…
harus dicabut. Dalam hati yang terngiang adalah, “kamu akan ompong dedy.. kamu akan ompong!!!”

kenapa harus dicabut sih ded ? simak dialog tidak jelas di bawah ini.
ngomong-ngomong biasanya dokter yang ngajakin pasiennya bercanda, tapi di sini beda, di sini gue sepertinya yang ngajakin dia bercanda, gue jadi bingung sendiri. Yang mau dicabut giginya gue atau si Ibu Dokter ya ? oke deh, lanjut.


“sudah berapa lama ini sakitnya ?”

“ga tau juga dok, udah lama pokoknya… saya lupa dok.. hehehehe ”

“ya ampun, lidah kamu sampai gitu.. harus dicabut ini giginya…”

“harus dicabut ya dok?”, Tanya gue frustasi.

“kalau ga dicabut bisa jadi tumor itu luka di lidah kamu, dia bisa berubah jadi sel hidup yang nantinya bakal jadi tumor, dicabut ajalah biar luka di lidah kamu ga tergores lagi..”

“HMMMMM…”

“saya bukan menakut-nakuti loh..”

“oke dok kalo gitu, kita cabut aja..”

jadilah gue duduk di kursi santai yang punya matahari di atasnya, bukan matahari sih, lampu kuning 😛

setelah selesai disuruh kumur-kumur sama bu dokter, gue di suruh mangap.

“dibuka mulutnya..”
“AAAAAAA….”
“santai aja kepalanya….”
“AAAAAAAAA….”
“maaf ya..” sambil menyuntikkan bius ke gusi yang ditempat si gigi nakal.
“AAAAAAAAAAARRRRRR…”
“maaf ya, sakit sedikit yaaaa…”
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRHHHH….”

jujur, dibius itu Cuma hal kecil, ga terlalu sakit, masih lebih sakit ditabrak pesawat.
habis dibius, gue disuruh kumur-kumur lagi, lalu disuruh tenang.
dan gue mencoba tenang. Meskipun sebenarnya gelisah (geli-geli basah) #eh

lalu, si gigi nakal dicabut dengan 3 buah alat.

si dokter mengambil sebuah alat mirip jarum jumbo lalu memasukkannya ke mulut ini.
“bismillah…” kata bu dokter, lalu gue merasakan gigi gue terungkit ke atas. rasanya Sakit jendral !!!
lebih dari itu, suaranya mengerikan sekali, seperti suara hati seorang laki-laki yang patah.
“crrrrraaaackkk” *gue merinding disko kalau nginget gimana gigi itu dicabut*

dan bagaimanapun tetap puji Tuhan deh, operasi sukses.

si gigi nakal telah pergi, dan asisten dokter gigi menyodorkan kain kasa berbentuk bulat untuk ditempelkan di luka bekas operasi tadi. “gigit yang kuat ya…”, katanya, dan gue gigit.

sambil mebereskan alat-alat operasi, si asisten dokter nanya sama gue..
“mau di bawa pulang giginya ?”,sambil menunjukkan si gigi nakal.
“mHHawuuu..” kata gue tidak jelas karena ada gulungan kain kassa di dalam mulut.
*bergerak dengan lincah membuang gigi dedy *
-___________-

mengerikan sekali mengingat gue bilang mau bawa pulang giginya tapi malah dikemanakan itu gigi sama si asisten dokter. Absurd.

dan mengingat dokter soleha tadi, sepertinya kejadian ini layak dibuat film “kucabut gigimu dengan bismillah..”

no hard feeling, bu dokter 😛

—-
Pulang dari sana, bibir gue kebas, mungkin efek obat bius.
waktu senyum bibir gue jadi ga bener arahnya kemana. jadi sedih. #eaaaaa
tapi syukurnya sekarang sudah benar. 😛

dan lidah gue jauh lebih baik kondisinya… syukur sekali, Tuhan memang maha baik.

tapi, habis gigi nakal itu dicabut si gusi terus mengeluarkan darah, gue jadi terbayang kalau vampire itu ada, bibir gue pasti sekarang sudah tidak perawan lagi, yak.. gue pasti sudah diajak oleh miss vampire dengan bibirnya yang sangat sexy itu untuk French kiss. Lalu berujung gue mati kehabisan darah. Fail.

oh ia, bohong gue ga pernah ciuman, gue sudah mencium banyak sekali bantal seumur hidup gue. Hati-hati, gue playboy cap bantal.
Lalu absurditas yang lain adalah ada satu kakak kelas gue, yang malah mengira gue baru pasang behel. Meauehauehauheau. Kakak.. nanti kalau saya pakai behel, otomatis saya harus beli BB juga biar jadi anak gaul, sayangnya saya tidak gaul 😛 saya hanya kebelet jadi ganteng :3

btw mohon doanya buat kelancaran UN minggu depan ya 🙂
untuk SNMPTN undangan juga, gue menggantungkan harapan Cuma sama Tuhan, semoga diberi kesempatan dari sini, semoga, amin. 🙂

maaf karena jarang update blog 😛
thanks for reading. 🙂

decision and its consequences

setiap orang harus memilih dan memutuskan, mau atau tidak mau, suka ataupun tidak suka, semua orang mutlak harus. dan semua itu punya konsekuensinya masing-masing. semua orang tahu, pasti tahu.. tapi mungkin seringkali lupa, sehingga bukannya menerima keputusan yang diambilnya.. malah jadi pengeluh sejati, menjadi korban dari tindakannya sendiri. senjata makan tuan ? mungkin.

itu yang gue ambil dari percakapan malam ini bersama Yudhistira dan Arin. duduk di sebuah coffee shop, sengaja mengambil tempat di luar , ditemani halus rintik hujan yang enggan berhenti dari siang tadi. malam dan tempat yang cukup baik untuk pembicaraan seperti itu.

semoga gue tidak (lagi) jadi orang yang mengeluh atas pilihan dan keputusan yang diambilnya sendiri.

karena gue sudah memutuskan, jadi apapun konsekuensinya nanti, gue harus siap meskipun mungkin tidak. Tuhan yang memberi arah.

selamat malam 🙂

ulat bulu (2)

hahahahaha, by the way banyak yang protes soal “ulat bulu” yang pertama, nanggung banget katanya. sekarang gue tahu bagaiamana rasanya jadi sutradara sinetron (membuat kata “bersambung” ketika cerita nyaris mencapai klimaks) … 😀

oke, lanjut yaaaaaaa :3

jadi setelah berjuang melawan aral yang melintang dan orang utan yang tidur-tiduran di jalan, gue pun sampai di ITB…

(buat yang belum baca ulat bulu 1 : gue ke itb mau ketemu kak viera yang nantinya bakal bawa gue jalan keliling itb)

dengan penuh peluh yang mengucur di wajah,dengan bulu kaki yang lebat dan keriting itu…. (ya, gue pakai celana pendek), dengan sweater yang sudah tidak di cuci 2 minggu, dengan tas ransel bulukan gue yang di dalamnya masih ada alat-alat mandi… gue menyesal, kenapa gue terburu-buru sekali. tapi semua sudah terlambat, gue sudah di sana dan tidak tahu cara balik ke kosan teman. ya, apa adanya saja lah…

“kak, aku udah di ITB nih…”
“bentar ya, gue sholat dulu…”

lalu gue pun muter-muter sendirian, kak Viera sempat bilang sama gue kalau kita ketemuan di gerbang depan aja,  “yang ada patung gajahnya”, katanya. Guepun dengan tingkat kesotoyan yang sangat tinggi berjalan lurus mencari patung gajah.. bukannya ketemu gue malah sampai di satu lembah, ada kolam dan beberapa pemancing ikan di sana. lembah itu hijau dan penuh dengan daun yang berguguran, gue yang sudah putus asa pun mencari tempat duduk… kalem, lihat pohon… kalem lagi, lihat orang mancing lagi, kalem lagi.. sampai akhirnya seseorang dengan alis mata yang tebal sekali dan seorang wanita berkerudung muncul.

“lo dimana ?”
“di sini.. deket kolam ikan kak..”
“hah ? kolam ikan ?”
“kakak sama yang pakai kerudung kan ?”
“iya…”
tidak, tidak ada adengan lari-lari dari jauh seperti di film india lalu berpelukan.

lanjut…

setelah bersalaman, dan tidak bersalaman dengan sepupunya kak Viera (Bunga), kita pun langsung move on. #sedaaaaaaaap

[gue tidak bersalaman dengan sepupunya kak Viera karena gue bukan muhrimnya, mehaueaheaueahu. :D]

________________

hal pertama yang kak viera lakukan adalah membelikan gue cireng.
CIRENG BERBENTUK LOVE… onyoe banget ga sih ah ?
tapi aci goreng berbentuk love itu tidak bernasip baik, gue ga abis, lagi tidak nafsu makan…. *mulai menyesal*

buat informasi, kak Viera ini baik sekali, selain mengajak gue dan Bunga sepupunya itu tour keliling kampus impian kami,  dia juga selalu meneraktir kami……. cuma sekali gue berhasil membeli minum sendiri, itupun dengan alibi “mau pecahin duit buat naik angkot kak..”. *kayang*
______________

di bawah ini gue bakal membeberkan fakta seputar kak Viera… :3
______________

Kak Viera ini tipikal kakak-kakak girang, soalnya dia tidak pernah berhenti cengengesan dari pertama gue ketemu dia. dari sekitar jam 2 siang sampi sekitar jam 10 malam yang dia lakukan hanya cengengesan dan bernafas.. diselingi berbuat baik. :’)

Kak Viera juga tipikal wanita berdaya magnet tinggi, tidak, dia tidak menarik sendok dan garpu-garpu dengan badannya. terus kenapa dibilang magnet ded ? soalnya waktu kita keliling kampus, kak viera selalu menarik mata setiap lelaki yang lagi nongkrong di sana… ini serius. tapi kenapa dia masih menjomblo ya sampai sekarang ? hehehehehe 😛

Kak Viera juga nyaris banget jadi anak gaul, dia punya poni yang kiyudh, berkawat gigi, tapi tidak ber-blekberi. sayang sekali… *tepuk-tepuk alis*

Kak Viera itu takut nyebrang ! (diduga punya pengalaman ditabrak ketika menyebrang jalan)

sebenarnya masih banyak, gue ga enak sama kak Viera kalau dibeberkan semua, nanti dia jadi tidak misterius lagi seperti dulu.. 😛
________________
setelah puas berkeliling kampus kita pun makan di sekitaran ITB.
ngobrol..
dinyanyiin sama pengamen…
ngusir pengamen..
dengar pengamen..
ngamen… #eh

ga ding 😛
jadi waktu kita makan, kak Viera mesen satu minuman yang namanya rada terlihat kontras di daftar menu…… kak viera yang memang suka dengan hal-hal aneh pun tanpa pikir panjang langsung memesannya.

*sayup-sayup terdengar suara desahan…*

iya bener, THE SEXIEST LADY… MAKE YOU.. EUGH “EUGH”EUGH….”
namanya terdengar sexy sekali.. :3

udah gitu minumannya gue duluan lagi yang minum, padahal punya kak Viera.. meheuaheaueaheaueah, tenang… pipetnya gue tuker yang baru kok :3

______________________

selesai makan, gue, Bunga dan Kak Viera muterin jalan di sekitar ITB, hujan-hujanan.. ketemu bencong di bawah pasopati, naik angkot… seru :3

“ded, lo mau balik ke kosan atau ke ITB gabung ama temen-temen gue ?”
“ikut kakak!”

setelah mengantar Bunga sepupunya kak Viera itu pulang ke kosan, jadilah gue dibawa kak Viera ke ITB pada malam hari , dengan diiringi cerita-cerita horror yang terus berkumandang di telinga yang kadang diselingi oleh kata-kata bersifat mem-bully gue T_T

dan yang bener aja, nonton kak Viera dan temennya ngumpul aja udah bikin gue takjub, cerita-cerita mereka rata-rata menggelikan… apalagi cerita kak Viera waktu di Italy dan main ke museum sex di belanda. wuh 🙂

ketakjuban gue ga berhenti sampai di situ…
setelah nongkrong tadi,  gue dan kak viera berpetualang malam-malam di ITB dipandu oleh salah satu teman baiknya (teman nebengnya katanya) yang bernama mas Yogi, dan dia ramah sekali, gue juga beruntung sekali… *menangis bahagia*

gue banyak diceritakan cerita-cerita keren di kampus ini, yang horror juga.. sampai akhirnya kita sampai di satu titik di tengah kampus ITB, namanya pusat gema, niscaya kalau kita berdiri di titik itu dan berteriak, suara kita bakal menggema kemana-mana, keren maksimal, itu yang bikin pasti nilai fisika nya A mulu.

“astaga !!!”
“kenapa Pe?”
“KOK GUE CANTIK BANGET SIH……?!”

*mati*

percaya ga percaya, monolog itu terus diteriakkan sama kak Viera tepat di pusat gema. menggelikan sekaligus menyenangkan 🙂

____________
setelah puas berkeliling dipandu dua orang dewasa yang jiwa mudanya tidak mati itu, gue pun menyusul teman-teman gue yang lagi pada main billiard di dago plaza..

yang paling menyentuh dari perjalanan ini ya di sini.
karena takut gue hilang lagi dan kesasar lagi, kak Viera ditemani temannya nganterin gue nyari angkot.. kita nyebrang bareng-bareng… (biasa aja kali ded..) angkotnya juga dicariin.. tinggal dibayarin aja gue udah berasa anak raja.

entah kak viera ingat atau ngga dia tapi mengucapkan ini,dan yang pasti gue inget, “ini adek gue banget nih Yog…. ga mau gue dia kenapa-napa, masa tadi pagi dia kesasar di gede bage.. ” kyaaaaaaa ! so-sweet sekali kakak ! 😀

lalu gue pun sampai di dago plaza dengan kendaraan angkot dan gabung dengan teman-teman gue di sana yang lagi pada main billiard. euh..

____________________

“gila lo ded, si kakak udah sebaik itu ga lo bales apa-apa ?”
“tunggu dulu.. tunggu dulu….”

dari Batam gue sudah menyiapkan budget buat biayin trip ini, serius deh.
tapi kak Viera itu gigih dan pantang menyerah dalam meneraktir orang.

“lo masuk ITB dulu ded, baru neraktir gue….”
“siap kak !”

gue senang. banget. kak Viera ngomong begitu… karena nambah lagi daftar “kenapa saya harus masuk ITB” versi gue. selain ingin menggapai dan memulai cita-cita dari Kampus Gajah itu.. gue juga harus bisa masuk sana biar bisa neraktirin kak Viera. 🙂

gue janji… gue harus masuk ITB dan neraktirin kak Viera.
semoga Tuhan ngasih jalan, amin. 🙂

dan beberapa hari ke depan gue bakal daftar buat SNMPTN Undangan, mohon banget ya doanya biar dilancarkan dan bisa tembus ke ITB via jalur undangan ini, amen :’)

harapan beberapa bulan ke depan….
“eh, kenal Dedy ga ? anak FTSL… ”
“itu akuuuuuuuu ! 🙂 ”

Selamat Sore! 🙂

________
terimakasih kak Viera yang alisnya seperti ulat bulu dari afrika, termakasih mas Yogi, terimakasih Syamsul Haris teman sepermainan saya yang sekarang sudah jadi anak FTMD ITB yang gue berantakin kamar kosannya dan rela gue susahin selama beberapa hari, Tuhan baik sekali memberikan gue orang-orang seperti kalian untuk dikenal. 🙂

semoga sekarang giliran gue untuk masuk ITB, bergabung dengan orang-orang yang gue sebutkan namanya di atas itu, amin.

terimakasih Tuhan untuk hidup yang ajaib ini, yang jauh lebih indah dari yang bisa saya sendiri bayangkan :’)

ulat bulu

hari ini di sekolah gue kejatuhan ulat bulu, yak….  tepat aja gitu di belakang leher , gue kira itu semut yang biasa jatuh dari pohon besar di taman sekolah ini, rupanya itu ulat bulu. *sigh

ulat bulu yang malang itu, penyet dan mati karena gue tekan dengan semena-mena (ya, karena gue kira semut), tetapi gue lebih malang lagi, tangan gue gatal disko setelah menyentuh ulat bulu genit itu. maaf ulat bulu !

ngomong-ngomong soal ulat bulu, gue punya teman (atau kakak ) yang punya alis mata seperti ulat bulu :3

yeah, that was a long long way to meet her…

here we go!

berangkat dari batam ke jogja, gue pun berangkat lagi dari Magelang ke bandung menggunakan PO. Bandung Express.

ada cerita mengerikan dari perjalanan ini, gue naik Bus kelas executive dan ketika subuh datang, AC di bus dimatikan, jendela di buka, sialnya lagi gue duduk paling belakang di dekat toilet. *sigh

sampai di Bandung, gue dan teman-teman seperjalanan turun di Gede Bage, entah di mananya Bandung, yang pasti setelah dari sana gue di bawa ke cimahi sama keluarganya temen gue yang ada di Bandung.

gue senang sekali saat itu, secara sudah impian gue untuk ke Bandung dan kuliah di sana, ditambah lagi, teman gue (yang entah gimana caranya kenapa kita bisa temenan) mau bertemu dan mengajak gue mengitari kampus impian gue di Bandung, yang juga kampusnya dia dulu. senyum gue terus mengembang dari Magelang, “it will be great…!”, kata gue dalam hati.

sampai di Cimahi, gue terkejut, internet HP gue ga jalan di sana, sekalinya bisa jalan gue langsung check GPS dan menemukan bahwa gue jauh sekali dari pusat kota bandung, gue mau nangis saat itu.

berpikir keras gimana caranya ke ITB dan bertemu kak Viera, gue pun memberanikan diri bertanya bagaimana caranya ke ITB naik angkot dari cimahi.

“Bu, maaf, boleh nanya ga ?”, tanya gue kepada Ibu teman gue
“iya Jang, boleeeeeeh,  kenapa atuh ?”, nama gue Ujang di Cimahi sana, gaul.
“ehm, cara naik angkot dari sini ke ITB gimana ya Bu ?”
“eeeeeetah si Ujang mah, kamu mau naik angkot sendirian ? gak boleh !”
“………………….”, gue mau mati saat itu.
“bukannya kenapa ya Jang, tapi di sini kamu tanggung jawab Ibu, kalau kamu hilang gimana ibu mau ngomong apa ke orang tua kamu di Batam..”

gue menghela napas, gue mengerti betul apa maksud Ibu.

“kita hari ini mau ke puncak loh jang, nanti teh ya itu jalan mau ke puncak mau di tutup jam 5 sore… itu supir kita punya saudara polisi, dia dapet info dari saudaranya…”

(itu tanggal 30, gue barusan telfonan sama kak Viera dan si kakak bilang besok baru ditutup, gue sempat gondok)

“tapi bu saya mau ketemu teman saya, dia di bandung cuma hari ini sama besok, saya berangkat sekarang terus nanti pas mau ke puncak saya nunggu Ibu di satu jalan yang mengarah ke puncak deh…”

si Ibu berpikir lama, lalu dia menyuruh gue makan dulu lalu mandi, baru gue akan diantarkan ke Bandung Kota. Gue pun mandi dengan sangat bahagia, tidak peduli semalaman tidak tidur di Bus, tidak peduli entah gue akan berakhir selamat di Bandung nanti atau apa, ya.. gue tidak peduli apa-apa.

setelah gue mandi, gue di suruh turun dari lantai atas, kita semua rapat di ruang tengah saat itu, gue pusing maksimal, semua rencana yang teman-teman gue mau dan Ibu rencanakan jauh sekali dari rencana gue, Cimahi juga jauh dari dugaan gue , gue kira cimahi ada di dekat kota.

kalau dilihat dari hasil perundingan tadi, jelas gue hanya punya satu pilihan, yaitu ikut mereka semua ke puncak dan lembang, karena gue udah bayar uang patungan untuk sewa mobil dan supir.

gue kembali menghela napas, padahal tadi gue udah nelfon Kak Viera kalau gue bisa datang, gue udah excited abis…….tapi tadi.

sesaat gue teringat kembali tujuan gue ke bandung, bukan untuk jalan-jalan tetapi untuk melihat apa yang gue kejar, melihat ITB, sekaligus menggali informasi sekitar harga tempat kos dan kebutuhan di sini. bukan ke puncak atau lembang.

tanpa berpikir panjang, gue langsung memutuskan untuk pisah dari teman-teman gue ini dan lepas dari tanggung jawab si Ibu teman itu, gue ambil semua baju gue yang udah masuk mesin cuci, gue peres, gue masukin pelastik lalu masukin koper dan dilanjutkan dengan menghubungi teman gue yang berdomisili di Bandung dan juga berkuliah di ITB, gue meminta kerelaan dia untuk disusahkan selama beberapa hari ini, gue mau numpang di kosannya.

“it will be more than great…”,kata gue ketika sudah di dalam mobil sewaan dan bersiap menuju kosan teman gue di cisitu lama, bandung.

kenapa begitu ? soalnya selain gue bisa keliling ITB lebih mudah, gue bisa sekalian merasakan bagaiamana rasanya jadi anak kos. keuntungan double.


gue tidak peduli dengan uang yang sudah gue bayarkan untuk sewa mobil dan supir, gue sadar betul dengan keputusan gue saat itu, dan gue ga pernah menyesalinya, sampai sekarang, itu keputusan super keren ! 😀

sampai di Cisitu Lama, teman gue keluar dari kosannya menjemput gue.

“titip si Ujang ya nak…”, kata si Ibu kepada teman gue
“oh oke, siap buuuuu….” kata teman gue

sepertinya si Ibu shock dengan keadaan teman gue yang urak-urakan dengan rambut yang gondrong dan tidak disisir. gue tertawa dalam hati.
_______________________________________

setelah meletakkan koper, masih dengan celana pendek dan sweater yang udah ga dicuci dari Batam kemarin, yang udah gue bawa keliling magelang-jogja-prambanan juga batam, gue pun bergegas ke ITB.

gue langsung diajarin naik angkot sama teman gue Syamsul, dengan nekat dan tanpa persiapan sama sekali gue pun berangkat, gue diturunin entah dimana sama abang angkot… modal gambling aja gitu memilih jalan dan akhirnya masuk juga melalui gerbang belakang ITB. 🙂

“ma, aku di ITB ma… “, kata gue dalam hati.
kalau lihat gue saat itu, gue mungkin mengalahkan kuda yang sedang nyengir.
gue nyengir lebar banget.

dan akhirnya tempat ketemuan dengan kak Viera disusun ulang.
mau gue ceritain di sini juga gimana jalan-jalan kita yang absurd itu ?
nanti aja ya 😛
post ini udah kepanjangan….

ulat bulu 2 mungkin bakal gue post besok atau besok-besok 😛
selamat sore 🙂

magelang (1)

here we go… 🙂

   Magelang – Kota Harapan 🙂

kenapa magelang dulu ded ?

Karena semua perjalanan gue di jawa tengah dimulai dari magelang, sebelumnya gue mau ngasih tahu dulu kalau gue berkelana di jawa tengah ini bersama teman-teman sekolah gue, jadi kami ber-8 (setelah) di tambah seorang adik teman. Iya, kami bisa membentuk semacam boy/girl-band.

Jadi berdelapan itu terdiri dari gue, Manti (kembar), Rocky, Andi, Berlianata, Adiknya Berlianata, dan Deny.

di magelang, kami tinggal di rumah mbahnya Duo Manti (mereka kembar dan bukan penyanyi), tepatnya di Armada Estate.. (kali ada yang tahu..)

Pertama sampai di sana, hal yang pertama gue lakukan adalah mandi, dan hal kedua yang gue lakukan adalah kedinginan, soalnya air di sana dingin banget, dan itu jam 9 malem. Kalau mau tahu hal ketiga yang gue lakukan, gue mandi minyak kayu putih. *kalem*

Tak mau menyia-nyiakan waktu, setelah mandi, dengan mobil kijang versi lama punya keluarga Manti di Magelang, kamipun keluar rumah untuk makan malam… Dimana adik sepupunya manti yang masih kecil pada ikut (kita makan nasi uduk hijau, semacam mendukung gerakan go green), lalu di lanjutkan dengan nekat ke alun-alun yang kala itu disupiri oleh Andi si G40L.

Buat informasi.. Andi ini tipikal ABG classy, yang setiap naik pesawat selalu duduk di bussines class , ga mau keluar kalau ga pakai mobil dan berlaku seperti vampire… Iya, dia takut cahaya matahari. Dia anak jakarta selatan dan mobilnya bukan mobil biasa, jadilah ketika membawa mobil jadul ini rasanya mobil seperti akan terbang ke neraka, dengan penumpang yang penuh sesak dia memacu mobil tua itu bagaikan BMW edisi sportnya yang biasa dia kemudikan di jakarta sana. Syukurnya kami semua sampai dengan selamat di alun-alun magelang (tapi dengan bekal martabak yang jatuh ke berserakan).

alun-alun magelang tidak sebesar alun-alun engku putri di Batam, apalagi sebesar Monumen Nasional di Jakarta.

Dan di alun-alun magelang ada menara air, gue masih bingung apa gunanya diletakkan di alun-alun (ya, selain menampung air.. ) Lagipula kan ada DAM, mungkin ada anak magelang yang baca ini dan bisa menceritakan sejarahnya kepada gue ? 😛

(menara air di alun-alun magelang)

Di sana juga ada patung kuda dengan seseorang yang menungganginya, karena bingung akhirnya gue pun bertanya kepada adik sepupunya Manti yang medok abis itu, dia, Bagas, yang masih SD pun menyatakan bahwa itu adalah Pangeran Diponegoro, katanya dia pernah ditangkap di magelang, di samping monumen itu juga ada dinding penuh dengan ukiran yang berisi kisah pangeran diponegoro ditangkap di Magelang, sayang udah malem, jadi tidak terlalu jelas untuk di foto ataupun dilihat.

dan dengan di pandu Bagas sepupunya Manti yang masih SD, kitapun balik ke rumah yang kali ini mobil disupiri oleh Rocky, lalu  beristirahat untuk perjalanan ke candi prambanan dan jogjakarta esok harinya 🙂

Sebenarnya masih banyak cerita tentang magelang untuk diceritakan, gue tahan dulu ya, setelah cerita tentang candi prambanan dan Jogjakarta baru deh magelang lagi 😛


magelang-jogjakarta (pemanasan)

26 Desember 2011, setelah natal, gue langsung berangkat ke Jogjakarta…
berbekal uang dan pesan, “jalan-jalan yang benar!” dari bokap, guepun berangkat ke Bandara Hang Nadim.

jadi gue naik pesawat, iya.. keren kan ? 😛
di dalam pesawat, gue duduk di sebelah seorang Mbah yang ramah..
tapi si Mbah menurut gue agak classy, waktu dikasih air mineral sama mbak pramugari yang cantik itu dia nolak, “bukan Aqua ya nak ? ah, Mbah ga mau ”

gue sih bersyukur, soalnya ada beberapa penerbangan seperti Lion Air yang malah ga ngasih apa-apa ke penumpangnya, si Mbah malah nolak… gue maklum.

di tengah perjalanan ke Jogja, si Mbah yang duduk ditengah ngobrol dengan orang yang di sebelah kanannya (gue di sebelah kiri), kira-kira begini kata si Mbah, “Orang Batak itu jahat-jahat ya, kasar-kasar, blablabla…”

di dalam hati gue udah jejeritan, “mbah, saya orang batak mbah!”
gue sering banget mengalami ini, nanti kalau gue bilang “eh, gue orang Batak loh…” pasti yang ngomong kaya tadi itu pada malu banget 😛
jadi, gue memilih diam saja 🙂

sebelum turun dari pesawat si mbah doain gue, katanya “semoga selamat-selamat ya nak, sehat, panjang umur…”, gue cengengesan sambil bilang amin, semoga si Mbah itu sehat dan panjang umur, amin.

sampai di Jogja, temen gue bilang jalanan macet dan ga bisa jemput ke Bandara, akhirnya gue putuskan naik taxi (yang sebenarnya bukan taxi) ke terminal jombor dari Bandara, di terminal jombor itulah teman gue menjemput.

harganya mengerikan abis untuk jarak yang gue tempuh, gue baru tahu kalau mau asik ya keluar dulu dari komplek bandara terus cari taxi yang berargo. #moralofthestory


itu dia terminal jombor…
di bawah ini jalanan sekitar jombor.

yang di bawah, itu gue yang baru aja turun dari taxi dan ke-senang-an..
senyum mesum itu… argh!

jadi sampai sini aja ya, soalnya abis sampai di jombor gue digeret ke magelang sama temen-temen gue, magelang akan gue ceritakan dalam satu postingan 🙂